Tampilkan postingan dengan label Penyakit Kanker. Tampilkan semua postingan

Khasiat daun sirsak untuk kanker prostat, Kanker prostat merupakan penyakit kanker yang berkembang di bagian prostat, yang merupakan kelenjar pada sistem reproduksi pria, hal ini bisa terjadi saat sel prostat mengalami mutasi dan berkembang di luar kendali yang akan menimbulkan rasa sakit dan sulit saat buang air kecil, disfungsi ereksi, dll. Gejala awal dan tanda-tanda kanker prostat perlu diperhatikan ketika hendak buang air kecil, seperti:

  1. Sering buang air kecil terutama pada malam hari

  2. Nyeri pada saat buang air kecil

  3. Tetesan air seni terakhir yang semakin banyak

  4. Diawal buang air seni terasa sulit, sperti ada yang menahan

  5. Air seni bercampur dengan darah


Khasiat daun sirsak untuk kanker prostat


Daun sirsak yang banyak mengandung tanin dan alkaloid serta masih banyak kandungan lain di dalamnya, daun ini bermanfaat untuk mengatasi masalah kanker prostat, yang bersifat kemoterapi untuk membunuh sel-sel kanker kanker pada organ vital pria.

Pengobatan dengan daun sirsak ini bersifat alami tanpa efek seperti mual, rambut rontok, berat badan trurun seperti yang dialami saat kemoterapi di Rumah Sakit. Tingkat mengobati daun sirsak ini menjadi efektif karena terbukti 10.000 kali lebih kuat untuk memperlambat pertumbuhan sel-sel kanker dalam tubuh.

Dengan rutin mengonsumsi daun sirsak dapat meningkatkan sistem imun pada tubuh serta dapat menghindari diri dari berbagai penyakit yang disebabkan oleh virus atau infeksi penyakit mematikan.

Perlu diperhatikan bahwa tanda-tanda yang dirasakan dari kanker prostat jinak bisa merubah menjadi kanker prostat ganas pada susatu waktu. Jangan tunda untuk memeriksakan diri ke dokter jika tanda-tanda awal di atas terjadi dan segera konsumsi daun sirsak, karena semakin lama menunggu semakin sulit untuk disembuhkan.

Sekarang telah hadir K-Muricata yang merupakan perpaduan antara Daun sirsak dan umbi keladi tikus yang terbukti efektif dalam menghambat pertumbuhan sel kanker, menghancurkan sel kanker tanpa merusak sel-sel sehat disekitarnya serta meredam munculnya sel kanker baru. Cara penggunaan sangat simple cukup diseduh dan diminum seperti air teh biasa, mudah dan tidak repot.

Jauhi minuman manis agar terhindar kanker selaput rahim


Takut gemuk mungkin sering dijadikan alasan wanita untuk tidak banyak-banyak minum soda dan minuman manis lainnya. Namun ternyata tidak hanya itu, sebuah studi baru mengungkap menghindari minuman tersebut juga dapat memperkecil risiko kanker endometrium atau selaput rahim di kemudian hari.

Studi tersebut menemukan, wanita berusia lanjut yang minum banyak soda dan minuman manis lainnya saat muda cenderung memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami kanker endometrium. Kanker yang dimaksud juga termasuk tumor di uterus yang menurut National Cancer Institute, sering terjadi pada wanita di usia 60 atau 70.

Dalam studi baru, para peneliti menganalisa data pada lebih dari 23.000 wanita menopause di Iowa yang diikuti dari tahun 1986 hingga 2010. Mereka menemukan, peserta yang minum minuman manis dalam jumlah paling banyak memiliki risiko 78 persen lebih tinggi untuk mengalami tumor.

Studi yang dipublikasi dalam jurnal Cancer Epidemiology, Biomarker, & Prevention tersebut menyimpulkan, semakin banyak wanita minum minuman manis, semakin tinggi juga risiko mengalami penyakit tersebut.

Maki Inoue-Choi, peneliti studi dari University of Minnesota School of Public Health mengaku tidak terkejut dengan hasil temuan studi ini. Menurutnya, sudah banyak studi sebelumnya yang menemukan hubungan antara konsumsi minuman manis dengan kegemukan yang merupakan faktor risiko kanker.

"Wanita obesitas cenderung memiliki kadar estrogen dan insulin yang lebih tinggi di tubuhnya dibandingkan mereka yang berat badannya normal. Peningkatan kadar estrogen dan insulin merupakan faktor risiko dari kanker endometrium," jelas Inoue-Choi.

Richard Adamson dari American Beverage Association menegaskan, studi ini tidak menunjukkan hubungan sebab-akibat, meskipun ada kecenderungan peningkatan risiko kanker endometrium dari konsumsi minuman manis yang berlebihan.

"Peserta penelitian konsumsi minuman manis 1,7 hingga 60,5 porsi per minggu. Itu adalah rentang yang sangat luas," ujarnya.

Adamson pun menuturkan, selama tidak diminum berlebihan, minuman manis tidak akan menyebabkan kegemukan yang juga meningkatkan risiko penyakit lainnya seperti diabetes atau kardiovaskular.

Sumber: Kompas Health

Perbedaan tumor dan kanker payudara


Perbedaan tumor dan kanker payudara - Kanker payudara merupakan ancaman serius bagi kaum hawa. Bagaimana tidak, prevalensinya menempati urutan wahid jenis kanker paling banyak pada wanita, baik di dunia maupun di Indonesia. Untuk itu, wanita perlu lebih waspada dengan rutin melakukan pemeriksaan pada payudaranya.

Namun tidak semua benjolan di payudara adalah kanker. Faktanya, hanya 15 persen dari benjolan yang bisa berkembang menjadi kanker. Ketua Umum Pengurus Pusat Perhimpunan Onkologi Indonesia (PP POI) Dradjat Ryanto Suardi mengatakan, selain kanker benjolan bisa berupa tumor jinak, namun keduanya tetap perlu diwaspadai.

"Tumor jinak lebih tidak berbahaya daripada kanker karena tidak menyebabkan kegagalan organ yang dihinggapinya," jelasnya dalam konferensi pers Breast Cancer Expert Forum dengan tema "Transforming Advanced Breast Cancer at the Molecular Level", di Jakarta.

Dradjat pun menjelaskan perbedaan keduanya, pertama kanker lebih cepat bertumbuh dibandingkan dengan tumor. Dalam 8-200 hari, sel-sel kanker bisa membelah dengan sangat cepat. Sementara tumor jinak pertumbuhannya lebih lambat.

Kedua, ketika diraba, benjolan kanker terasa padat dan keras. "Sel-sel kanker bila teraba rasanya akan seperti meraba tulang," ujar dokter spesialis bedah onkologi dari Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Bandung, ini.

Sementara itu, benjolan tumor akan teraba lebih lunak. Dradjat menjelaskan, benjolan tumor pun bisa mengalami pergeseran jika ditekan, tidak seperti kanker yang kaku. Ini karena sel-sel kanker umumnya melakukan infiltrasi (penyusupan) terhadap jaringan-jaringan di sekitarnya, maka sulit untuk digerakan.

"Benjolan akibat kanker yang sudah berkembang lebih lanjut juga menyebabkan perubahan pada permukaan payudara, misalnya puting yang tertarik ke dalam, itu karena infiltrasi tadi," paparnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Subdit Penyakit Kanker Kementerian Kesehatan RI Niken Wastu Palupi, pemeriksaan payudara yang dilakukan secara rutin akan meningkatkan sensitivitas pemeriksanya untuk mendeteksi adanya benjolan. Artinya, kemampuan membedakan antara benjolan kanker dan tumor juga meningkat.

"Jika rutin melakukan pemeriksaan payudara sendiri, benjolan berukuran 1,2 sentimeter saja sudah dapat teraba," ujar dia.

Kanker payudara merupakan pertumbuhan yang tidak normal dari sel-sel payudara yang berubah menjadi ganas. Saat ini, kanker payudara adalah kanker yang paling banyak dialami oleh wanita di seluruh dunia. Di Indonesia, kasus kanker payudara mencapai 35 persen dari total kasus kanker.

Semoga informasi perbedaan tumor dan kanker payudara ini bisa memberikan wawasan lebih tentang seluk beluk penyakit pada organ payudara.

 

 

Sumber : Bedakan Benjolan Tumor dan Kanker pada Payudara

Lingkungan yang dingin ternyata mendorong pertumbuhan kanker menurut temuan studi yang dilakukan pada tikus. Penelitian yang dipublikasikan pada jurnal Proceeding of the National Academy of Sciences (PNAS) tersebut meneliti bagaimana lingkungan yang dingin mengubah sel-sel kanker menjadi tumbuh dan metastasis (menyebar) pada tikus.

Tim peneliti membandingkan perkembangan kanker dan metastasis pada tikus yang ditempatkan pada suhu 22 derajat celsius dan 30 derajat celsius. Mereka menemukan bahwa beberapa jenis kanker, termasuk pankreas, usus, kulit, dan payudara berkembang lebih pesat dan mulai menyebar lebih awal serta lebih agresif dalam lingkungan berhawa dingin.

Bahkan tumor menunjukkan petumbuhan yang lebih cepat pada tikus yang sudah terbiasa dengan suhu atau lingkungan dingin semenjak terlahirkan.

Sumber: MetroTv News

Ada sejumlah mitos tentang kanker payudara yang berkembang di kalangan masyarakat, tapi bagaimana fakta yang sebenarnya?

Ahli ilmu penyakit dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Ronald A Hukom, menepis mitos-motos itu dan menyampaikan fakta dalam acara Mom2MomTalk dengan tema dukungan bagi pengidap kanker payudara yang digelar Philips Healthcare Indonesia di Jakarta Selasa.

Berikut beberapa mitos dan fakta mengenai kanker payudara:

1. Pemakaian deodoran dapat menyebabkan kanker payudara.

"Banyak masyarakat yang menganggap bahwa penggunaan deodoran dapat memicu terjadinya kanker payudara, tapi sampai saat ini tidak ada laporan atau bukti yang kuat mengenai mitos ini," kata Ronald.

2. Mengkonsumsi makanan yang dibakar.

Dokter yang juga bekerja di rumah sakit Kanker Dharmais Jakarta ini menyatakan, memakan makanan yang dibakar seperti sate dan ikan bakar memang dapat menyebabkan terjadinya kanker, namun ia menegaskan bukan kanker payudara, tapi kanker rongga mulut, tenggorokan, dan lambung.

3. Wanita yang tidak melakukan aktivitas seksual berisiko terkena kanker payudara.

"Tidak benar, yang jelas yang bisa saya katakan adalah wanita yang tidak memiliki anak dan wanita yang memiliki bayi pada saat berusia lebih dari 30, adalah kelompok wanita yang berisiko terkena kanker payudara," kata Ronald.

4. Menggunakan bra saat tidur.

Ia menyatakan, sama halnya dengan penggunaan deodoran, mitos ini tidak memiliki bukti yang kuat.

5. Ukuran payudara mempengaruhi resiko kanker payudara.

"Beberapa masyarakat menganggap bahwa ukuran payudara yang besar beresiko lebih besar daripada payudara kecil, namun tidak ada penelitian atau laporan yang valid mengenai kebenaran mitos ini," katanya.

6. Menyimpan ponsel di kantung baju.

Ronald menyatakan bahwa menyimpan ponsel di kantung baju memang dapat menyebabkan kanker payudara, namun itu berasal dari ponsel jenis lama karena mempunyai radiasi yang tinggi, bukan ponsel pintar zaman sekarang.

Sumber:

 

10 Makanan penyebab risiko kanker meningkat - American Cancer Society menyatakan sebanyak 559.650 orang diperkirakan meninggal karena penyakit kanker, dan hampir 1,5 juta kasus baru penyakit kanker diharapkan dapat didiagnosis terlebih dahulu.

Dari data statistik diperkirakan lebih dari 1.500 orang per hari terkena penyakit mematikan ini. Buku kanker: 101 Solutions to a Preventable Epidemic (New Society Publishers, 2007) menyebutkan bahwa ada 10 makanan dan minuman yang perlu dibatasi atau bahkan lebih baik untuk dihilangkan dalam diet sehat harian Anda, berikut daftar Makanan penyebab risiko kanker meningkat :

  1. Semua makanan panggang yang sedikit hangus menciptakan amina heterosiklik atau karsinogen. Contohnya, roti panggang yang telah berwarna kehitam-hitaman.

  2. Mengonsumsi daging merah akan meningkatkan risiko kanker, terutama kanker payudara.

  3. Gula, baik gula putih dan cokelat yang secara sederhana gula putih ditambahkan dengan molase (hasil samping pada industri pengolahan gula dengan wujud bentuk cair).

  4. Batasi konsumsi makanan yang terlalu asin.

  5. Soda/minuman ringan, yang menimbulkan risiko kesehatan, baik yang mengandung gula dan bahan aditif. Sebaiknya Anda mengganti pola makan minuman dan makanan yang menyediakan vitamin, mineral dan nutrisi lainnya.

  6. Kentang goreng, keripik dan makanan ringan yang mengandung lemak trans.

  7. Makanan dan minuman aditif seperti aspartame.

  8. Kelebihan alkohol.

  9. Makanan yang mengandung akrilamida, paling tinggi terdapat pada bahan makanan yang tinggi kadar karbohidrat dan makanan yang dimasak dengan cara dipanggang.

  10. Ikan ternak, yang mengandung lebih banyak racun seperti PCB.


 

Sumber: Obatherbal-alami
Diberdayakan oleh Blogger.