Tampilkan postingan dengan label keladi tikus. Tampilkan semua postingan


  • Apa Itu Keladi Tikus


Khasiat keladi tikus obat kanker, Tanaman Keladi Tikus yang memiliki nama latin Typhonium Flagelliforme sudah lama digunakan sebagai suplemen kesehatan dan sebagai obat herbal kanker bagi masyarakat Asia Tenggara, khususnya : Malaysia dan Indonesia. Keladi Tikus memiliki daun tunggal yang berbentuk bulat dengan ujung runcing sehingga berbentuk seperti jantung, muncul dari umbi yang berwarna hijau segar, mahkotanya berbentuk panjang kecil yang berwarna putih mirip seperti ekor tikus, sehingga orang Indonesia menyebut jenis Keladi ini dengan nama Keladi Tikus.

Khasiat keladi tikus obat kanker dalam K-Muricata


Khasiat dan Manfaat Keladi Tikus

  • Meningkatkan Imunitas Tubuh.

  • Melemahkan dan menghambat pertumbuhan sel kanker.

  • Agen Antioksidan pada Keladi Tikus Melindungi tubuh dari radikal bebas.

  • Mencegah timbulnya sel kanker baru.

  • Meringankan efek negatif pengobatan kemoterapi.

  • Anti-inflamasi atau anti-peradangan.


Penelitian Mengenai Keladi Tikus

  1. Prof Dr Chris K.H. Teo, Dip Agric (M), BSc Agric (Hons)(M), MS, PhD dari Universiti Sains Malaysia telah meneliti Keladi Tikus sejak tahun 1995. Dan melalui lembaga perawatan kanker Cancer Care Penang di Malaysia yang dipimpinnya, ribuan orang penderita kanker dari berbagai penjuru dunia berhasil terbantukan. Dr Teo mengungkapkan bahwa tanaman Keladi Tikus dapat membantu penyembuhan pasien penyakit kanker.

  2. Dyah Iswantini, M.Agr.Sc, Peneliti di Pusat Studi Biofarmaka IPB mengungkapkan bahwa ekstrak Keladi Tikus dapat menghambat 76,1 % enzim tirosin kinase, enzim yang bertanggung jawab terhadap perkembangan kanker.

  3. Lucie Widowati seorang Peneliti di Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Farmasi, Depkes, Indonesia, mengungkapkan hasil penelitian mengenai efektivitas Keladi Tikus dalam menghambat sel kanker payudara.

  4. Peni Indrayudha dari Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta membuktikan ekstrak Daun Keladi Tikus mengandung Ribosom Inactivating Proteins (RIPs) yang terbukti mampu untuk memotong rantai DNA sel kanker sehingga sel kanker gagal untuk berkembang.


Keladi Tikus Hadir dalam Wujud Teh K-Muricata

Keladi Tikus telah menjadi fenomena kecil dunia pengobatan kanker sejak para peneliti menemukan khasiat dan manfaatnya yang diyakini ampuh dalam menumpas sel-sel kanker. Kini Khasiat dan Manfaat Keladi Tikus dalam menumpas penyakit kanker, dapat kita peroleh dengan mengonsumi K-Muricata. K-Muricata merupakan kombinasi perpaduan antara Daun Sirsak dan Keladi Tikus, yang sangat ampuh dalam menumpas penyakit kanker. Minumlah K-Muricata dan jauhkanlah penyakit kanker sekarang juga.

Teh antikanker K-Muricata Obat herbal penyakit Kanker hati

Obat herbal yang sering disebut dengan ramuan teh antikanker K-Muricata ini tersebar di seluruh wilayah Indonesia untuk memudahkan masyarakat dalam memperoleh ramuan obat herbal yang mampu mengatasi 14 jenis kanker. Kanker dinilai menjadi salah satu penyakit infeksius yang membahayakan bagi tubuh seseorang sehingga diperlukan pengendalian penyakit yang mujarab dan terbukti khasiatnya.

Teh antikanker K-Muricata hadir sebagai solusi pengendalian penyakit kanker yang mulai menyerang seluruh lapisan masyarakat. Keresahan masyarakat akan penyakit yang ganas uni mulai dijawab dengan kehadiran teh antikanker K-Muricata yang membunuh sel kanker ke akar-akarnya. Penyakit kanker menyerang banyak organ dalam tubuh sehingga jenis penyakit kanker ini berjumlah lebih dari satu jenis. Salah satu organ yang biasa diserang oleh sel kanker ini yaitu organ hati sehingga penderitanya akan mengalami kanker hati yang menyulitkan hati untuk mengenali zat-zat toksin dari luar tubuh dan menyebabkan tubuh semakin mudah terserang penyakit. Kronisnya penyakit kanker hati ini bisa anda kendalikan dengan menggunakan teh antikanker K-Muricata yang mujarab mengusir 14 jenis kanker. Harga teh antikanker K-Muricata ini juga cukup terjangkau hanya sekitar 600 ribu tiap kotaknya. Satu kotak teh antikanker K-Muricata ini berisi 30 sachet yang bisa anda konsumsi siang, pagi dan malam secara teratur dalam dosis yang terkontrol. Rincian mengenai dosis dan cara pengonsumsian teh antikanker K-Muricata ini dapat anda temukan berikut ini yaitu :

Dosis Penggunanaan Teh antikanker K-Muricata

Untuk mengkonsumsi teh antikanker K-Muricata sebagai asupan obat penyembuhan kanker anda, anda membutuhkan beberapa petunjuk dosis pemakaiannya berikut ini yaitu :

Khusus untuk mengatasi kanker, teh antikanker K-Muricata ini dikonsumsi dengan aturan pemakaian 2 sachet x 3 per hari yaitu dikonsumsi 2 sachet pada pagi hari, 2 sachet pada siang hari dan 2 sachet pada malam hari.

Cara Penyajian Teh Antikanker K-Muricata

Penyajian teh antikanker K-Muricata ini sendiri memerlukan panduan tersendiri yang harus anda  patuhi dalam pengonsumsiannya. Adapun penyajian teh antikanker K-Muricata ini sendiri dilakukan dengan :

  1. Menyeduhkan 1 sachet teh antikanker K-Muricata dengan air panas pada suhu 100 derajat Celsius. Gunakanlah gelas dari bahan kaca dalam penyeduhan teh antikanker K-Muricata.

  2. Tutup seduhan teh antikanker K-Muricata ini sekitar 3 menit kemudian aduk dan minum selagi teh antikanker ini masih hangat


Manfaat Teh Antikanker Kmuricata

Secara lengkap, ramuan teh antikanker K-Muricata ini memiliki manfaat yang tidak dimiliki oleh sembarang ramuan herbal lainnya. Ulasan mengenai manfaat teh antikanker K-Muricata ini dapat anda temukan dalam bahasan berikut ini yaitu :

  1. Mampu menghambat pertumbuhan sel tumor atau kanker payudara yang menyebabkan perkembangan sel kanker dalam tubuhnya

  2. Mampu menghancurkan sel abnormal atau kanker yang menggerogoti sel dalam tubuh hingga ke akarnya

  3. Mampu nmeningkatkan sistem imunitas tubuh sehingga sel kanker dapat dicegah sebelum berkembang terlalu jauh ke jaringan sel lainnya

  4. Mampu membunuh atau mengatasi bakteri, jamur serta berbagai virus yang datang menggerogoti sel- sel tubuh

  5. Mampu mengatasi inflamasi atau pendarahan yang berasal dari dalam maupun dari luar tubuh

  6. Dipercaya mampu mengatasi 14 jenis kanker dengan tuntas


Kandungan Teh Antikanker Kmuricata

Teh antikanker Kmuricata mengandung berabagi paduan zat herbal yang berakhasiat penuh untuk mengatasi kanker dalam jaringan tubuh. Beberapa zat herbal yang terdapat dalam teh antikanker K-Muricata ini ialah :

  1. Tanaman keladi tikus


Tanaman ini memiliki daun kecil yang berakhasiat penuh untuk mengatasi kanker jika dikombinasikan dengan bahan – bahan herbal lainnya. Tanaman keladi tikus ini memang biasa digunakan sebagai obat herbal yang memudahkan penderita kanker untuk mengatasi gangguan kanker yang bisa menjalar atau menyerang bagian sel normal disekitar sel abnormalnya.

  1. Daun sirsak (Annona Muricata L)


Sirsak merupakan buah yang mengandung serat herbal baik untuk asupan tubuh. Tidak hanya buah sirsak yang baik untuk dikonsumsi melainkan daun sirsak juga dipercaya memberikan kandungan menyehatkan serta mampu menyembuhkan penyakit terutama untuk mengatasi bahaya kanker. Kandungan inilah yang dimanfaatkan oleh produsen teh antikanker K-Muricata sebagai solusi mengatasi gangguan kanker hati yang mengganggu sistem metabolisme dalam tubuh.

Keladi tikus obat kanker - Kanker kini tidak lagi mematikan. Para penderita kanker di Indonesia dapat memiliki  harapan hidup yang lebih lama dengan ditemukannya tanaman “KELADI TIKUS”  (Typhonium Flagelliforme/Rodent Tuber) sebagai tanaman obat yang dapat menghentikan dan mengobati berbagai penyakit kanker dan berbagai penyakit berat lain.

Keladi tikus obat kanker


keladi tikus obat kankerDi Indonesia, tanaman ini pertama ditemukan oleh Patoppoi di Pekalongan, Jawa Tengah. Ketika itu, istri Patoppoi mengidap kanker payudara stadium III dan harus dioperasi 14 Januari 1998. Setelah kanker ganas tersebut diangkat melalui operasi, istri Patoppoi harus menjalani kemoterapi (suntikan kimia untuk membunuh sel) untuk menghentikan penyebaran sel-sel kanker tersebut. “Sebelum  menjalani kemoterapi,dokter mengatakan agar kami menyiapkan wig  (rambut palsu) karena kemoterapi akan mengakibatkan kerontokan rambut, selain kerusakan kulit dan hilangnya nafsu makan,” jelas Patoppoi.

Selama mendampingi istrinya menjalani kemoterapi, Patoppoi terus berusaha mencari pengobatan alternatif sampai akhirnya dia mendapatkan informasi mengenai penggunaan teh Lin Qi di Malaysia untuk mengobati kanker. “Saat itu juga saya langsung terbang ke Malaysia untuk membeli teh  tersebut,” ujar Patoppoi yang juga ahli biologi. Ketika sedang berada di sebuah toko obat di Malaysia , secara tidak sengaja dia melihat dan membaca buku mengenai pengobatan kanker yang berjudul “Cancer, Yet They Live” karangan Dr Chris K.H. Teo terbitan 1996. “Setelah saya baca sekilas, langsung saja saya beli buku tersebut. Begitu menemukan buku itu, saya malah tidak jadi membeli teh Lin Qi, tapi langsung pulang ke Indonesia,” kenang Patoppoi sambil tersenyum. Di buku itulah Patoppoi membaca khasiat typhonium  flagelliforme itu.

Berdasarkan pengetahuannya di bidang  biologi, pensiunan pejabat Departemen Pertanian ini langsung  menyelidiki dan mencari tanaman tersebut. Setelah menghubungi beberapa koleganya di berbagai tempat, familinya di Pekalongan Jawa Tengah, balas menghubunginya. Ternyata, mereka menemukan tanaman itu di sana. Setelah mendapatkan tanaman tersebut dan mempelajarinya lagi, Patoppoi menghubungi Dr. Teo di Malaysia untuk menanyakan kebenaran tanaman yang ditemukannya itu.

Selang beberapa hari, Dr. Teo  menghubungi Patoppoi dan menjelaskan bahwa tanaman tersebut memang  benar Rodent Tuber. “Dr. Teo mengatakan agar tidak ragu lagi untuk  menggunakannya sebagai obat,” lanjut Patoppoi.  Akhirnya, dengan  tekad bulat dan do’a untuk kesembuhan, Patoppoi mulai memproses tanaman tersebut sesuai dengan langkah-langkah pada buku tersebut untuk diminum sebagai obat. Kemudian Patoppoi menghubungi putranya, Boni Patoppoi di Buduran, Sidoarjo untuk ikut mencarikan tanaman tersebut. “Setelah melihat ciri-ciri tanaman tersebut, saya mulai  mencari di pinggir sungai depan rumah dan langsung saya dapatkan  tanaman tersebut tumbuh liar di pinggir sungai,” kata Boni yang mendampingi ayahnya saat itu.

Selama mengonsumsi sari tanaman tersebut, istri Patoppoi mengalami penurunan efek samping kemoterapi yang dijalaninya. Rambutnya berhenti rontok, kulitnya tidak rusak dan mual-mual hilang. “Bahkan nafsu makan ibu saya pun kembali normal,” lanjut Boni.

Setelah tiga bulan meminum keladi tikus, istri  Patoppoi menjalani pemeriksaan kankernya. “Hasil pemeriksaan negatif, dan itu sungguh mengejutkan kami dan dokter-dokter di Jakarta,” kata  Patoppoi. Para dokter itu kemudian menanyakan kepada Patoppoi, apa yang diberikan pada  istrinya. “Malah  mereka ragu, apakah mereka telah salah memberikan dosis kemoterapi  kepada kami,” lanjut Patoppoi.

Patoppoi menjelaskan kisah tanaman Rodent Tuber, para dokter pun mendukung Pengobatan  tersebut dan menyarankan agar mengembangkannya. Apalagi melihat keadaan istrinya yang tidak mengalami efek samping kemoterapi yang  sangat keras. Dan pemeriksaan yang seharusnya tiga bulan sekali diundur menjadi enam bulan sekali.”Tetapi karena sesuatu hal, para dokter tersebut tidak mau mendukung secara terang-terangan  penggunaan tanaman sebagai pengobatan alternatif,” sambung Boni sambil tertawa.

Berdasarkan peningkatan keadaan istrinya, pada bulan April 1998, Patoppoi kemudian menghubungi Dr.Teo melalui fax untuk menginformasikan bahwa tanaman tersebut banyak terdapat di Jawa dan mengajak Dr. Teo untuk menyebarkan penggunaan tanaman ini di Indonesia. Kemudian Dr Teo langsung membalas fax kami, tetapi mereka tidak tahu apa yang  harus mereka perbuat, karena jarak yang jauh,” sambung Patoppoi. Meskipun Patoppoi mengusulkan agar buku mereka diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dan disebarkan di Indonesia, Dr. Teo menganjurkan agar kedua belah pihak  bekerja sama dan berkonsentrasi dalam usaha nyata membantu penderita  kanker di Indonesia.

Pada akhir Januari 2000 saat Jawa Pos mengulas mengenai meninggalnya Wing Wir yanto, salah satu wartawan handal Jawa Pos, Patoppoi sempat tercengang. Data-data rinci mengenai gejala, penderitaan, pengobatan yang diulas di Jawa Pos, ternyata sama dengan salah satu pengalaman pengobatan penderita kanker usus yang dijelaskan di buku tersebut. Dan eksperimen pengobatan tersebut berhasil  menyembuhkan pasien tersebut. “Lalu saya langsung menulis di kolom Pembaca Menulis di Jawa Pos,” ujar Boni. Dan tanggapan yang  diterimanya benar-benar diluar dugaan. Dalam sehari, bisa sekitar 30  telepon yang masuk. “Sampai saat ini, sudah ada sekitar 300 orang yang  datang ke sini,” lanjut Boni. Pasien pertama yang  berhasil adalah penderita Kanker Mulut Rahim stadium dini. Setelah  diperiksa, dokter mengatakan harus dioperasi. Tetapi karena belum memiliki biaya dan sambil menunggu rumahnya laku dijual untuk biaya  operasi, mereka datang setelah membaca Jawa Pos. Setelah diberi tanaman dan cara meminumnya, tidak lama kemudian pasien tersebut  datang lagi dan melaporkan bahwa dia tidak perlu dioperasi, karena hasil pemeriksaan mengatakan negatif.

Berdasarkan animo masyarakat sekitar yang sangat tinggi, Patoppoi berusaha untuk menemui Dr. Teo  secara langsung. Atas bantuan Direktur Jenderal Pengawasan Obat dan  Makanan Departemen Kesehatan, Sampurno, Patoppoi dapat menemui Dr. Teo di Penang, Malaysia. Di kantor Pusat Cancer Care Penang, Malaysia, Patoppoi mendapat penerangan  lebih lanjut  mengenai riset tanaman yang saat ditemukan memiliki nama Indonesia. Ternyata saat Patoppoi mendapat buku “Cancer, Yet They Live” edisi revisi tahun  1999, fax yang dikirimnya di masukkan dalam buku tersebut, serta pengalaman istrinya dalam usahanya berperang melawan kanker. Dari pembicaraan mereka, Dr. Teo merekomendasi agar Patoppoi mendirikan perwakilan Cancer Care di Jakarta dan Surabaya. Maka secara resmi, Patoppoi dan putranya diangkat sebagai perwakilan lembaga sosial Cancer Care Indonesia.

Cancer Care Malaysia telah mengembangkan bentuk pengobatan tersebut secara lebih canggih. Mereka telah memproduksi ekstrak Keladi Tikus obat kanker dalam bentuk pil dan teh bubuk yang dikombinasikan dengan berbagai tananaman lainnya dengan dosis tertentu. “Dosis yang diperlukan tergantung penyakit yang diderita,” kata Boni.

Sebenarnya pengobatan ini  juga didukung dan sedang dicoba oleh salah satu dokter senior di Surabaya, pada pasiennya yang mengidap kanker ginjal. Ada dua pasien yang sedang dirawat dokter yang pernah menjabat sebagai direktur salah satu rumah sakit terbesar di Surabaya ini. Pasien pertama yang mengidap kanker rahim tidak sempat diberi  pengobatan dengan keladi tikus, karena telah ditangani oleh  rekan-rekan dokter yang telah memiliki reputasi. Setelah menjalani kemoterapi dan radiologi, pasien tersebut mengalami kerontokan rambut, kulit rusak dan gatal, dan selalu muntah. Tetapi pada pasien kedua yang mengidap kanker ginjal, dokter ini  menanganinya sendiri dan juga memberikan keladi tikus obat kanker untuk membantu proses penyembuhan kemoterapi.

Pada pasien kedua ini, tidak ditemui berbagai efek yang dialami penderita pertama, bahkan pasien tersebut kelihatan normal. Tetapi dokter ini menolak untuk diekspos karen menurutnya, pengobatan  ini belum resmi diteliti di Indonesia. Menurutnya,  jika rekan-rekannya mengetahui bahwa dia memakai pengobatan alternatif, mereka akan memberikan predikat sebagai “ter-kun” atau dokter-dukun. “Disinilah 'gap' yang terbuka antara pengobatan  konvensional dan modern,” kata dokter tersebut.

Menurut data Cancer Care Malaysia, berbagai penyakit  yang telah disembuhkan keladi tikus obat kanker adalah berbagai kanker dan penyakit berat  seperti kanker payudara, paru-paru, usus besar-rectum, liver, prostat, ginjal, leher rahim, tenggorokan, tulang, otak, limpa, leukemia, empedu, pankreas, dan hepatitis.

Keladi tikus obat kanker juga di kombinasikan dengan daun sirsak yang mempunyai kekuatan 10.000 kali dari kemoterapi, yang menghasilkan obat herbal K-Muricata. Obat Herbal k-Muricata sangat ampuh untuk mengatasi berbagai penyakit kanker dan berbagai penyakit lainnya.

 

 

Sumber: Obat Herbal



Khasiat Keladi TikusKhasiat Keladi Tikus sudah banyak dikenal sebagai obat penyembuh penyakit kanker. Keladi Tikus merupakan jenis tumbuhan yang nama latinnya adalah Typhonium Flagelliaforme.

Keladi Tikus yang dalam bahasa asing dikenal dengan nama Rodent Tuber ini merupakan tanaman sejenis talas yang memiliki tinggi antara 25 cm-30 cm. Tanaman Keladi Tikus ini tumbuh di semak-semak yang tidak terkena sinar matahari langsung.




Tumbuhan Keladi Tikus yang masuk dalam famili tumbuhan Araceae ini telah di riset oleh berbagai pakar dan ahli kesehatan dan memiliki khasiat sebagai obat penghambat dan penghancur sel kanker.

Fungsi lain Keladi Tikus adalah kemampuannya untuk menghilangkan efek negatif dari kemoterapi, serta  berfungsi sebagai anti-virus dan anti-bakteri.

1. Apakah ada efek samping dari keladi tikus? Seperti apa efek samping yang diberikan?
Saat ini tidak ada efek samping dari keladi tikus yang telah didokumentasikan. Namun, setelah dua hari mengonsumsi keladi tikus, mungkin Anda akan merasa tidak nyaman di bagian perut, sedikit mual, buang air besar berwarna hitam pekat dan Anda merasa lesu karena pembuangan racun dalam tubuh. Jika hal ini terjadi, Anda bisa menurunkan dosis penggunaan keladi tikus. Ketika Anda sudah merasa lebih baik, Anda dapat melanjutkan konsumsi keladi tikus dengan jumlah dosis seperti biasa.


2. Apakah keladi tikus AMAN untuk dikonsumsi?
Ya, Keladi tikus telah disetujui secara lokal di pengujian laboratorium dan bersertifikat 100% herbal alami. Disetujui oleh Departemen Kesehatan Malaysia dan seluruh dunia sebagai bahan yang tidak berbahaya. Keladi tikus dikategorikan sebagai "suplemen makanan".

3. Bagaimana cara kerja keladi tikus membantu pasien kanker?
Keladi tikus mengandung zat yang membantu penghapusan racun dalam sistem peredaran darah. Tanaman ini mengandung ribosom inacting protein (RIP), antioksidan dan kurkumin. RIP bekerja melemahkan pertumbuhan sel kanker, mematikan sel kanker tanpa mengganggu sistem sekitarnya dan menghambat pertumbuhan sel kanker. Esensi antioksidan bekerja untuk mencegah terjadinya kerusakan gen. Sementara fungsi kurkumin sebagai antiinflamasi. Kombinasi ini memungkinkan konten untuk memproduksi mediator yang menstimulasi untuk menguatkan sel-sel dari sistem kekebalan tubuh untuk bekerja sama untuk melawan sel-sel kanker.

4. Apakah wanita hamil bisa mengonsumsi keladi tikus?
Tidak, wanita hamil tidak diperbolehkan untuk mengonsumsinya karena bisa mempengaruhi janin dalam kandungan.

5. Jika ada benjolan di payudara, tapi masih belum jelas apakah benjolan tersebut kanker atau tidak, apakah saya masih bisa konsumsi keladi tikus?
Ya, Anda dapat terus mengonsumsinya baik juga untuk pasien non-kanker.

Baca juga Khasiat dan Manfaat Daun Sirsak untuk Kanker

Sumber: Terasberita.com

Keladi tikus

Khasiat tanaman Keladi Tikus - Tanaman keladi tikus (Typhonium flagelliforme) adalah tanaman sejenis talas setinggi 25 cm hingga 30 cm, termasuk tumbuhan semak, menyukai tempat yang lembab yang  tidak terkena matahari langsung. Tanaman berbatang basah ini biasanya tumbuh di tempat terbuka pada ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut. Bentuk daunnya bulat dengan ujung runcing berbentuk jantung. Warnanya hijau segar. Umbinya berbentuk bulat rata sebesar buah pala.

Tanaman ini pertama kali di diriset sebagai tanaman obat oleh ahli dari Malayia, Prof  Dr.Chris K.H.Teo,Dip Agric (M), BSc Agric (Hons)(M), MS, PhD yang juga pendiri Cancer Care Penang, Malaysia. Sejak tahun 1995 Prof. Chris Teo meneliti tanaman ini, hasilnya menunjukan Ekstrak Typhonium Flageffiforme dan campuran bahan alami lainnya membantu detoxifikasi jaringan darah. Ramuan Khasiat tanaman Keladi Tikus akan semakin baik bila diberikan bersama-sama dengan bahan herbal lain, seperti sambiloto, temu putih dan rumput mutiara. Ramuan ini mengandung ribosome inacting protein (RIP), zat antioksidan dan zat antikurkumin. Kombinasi ketiga zat dalam campuran ramuan tersebut memproduksi mediator yang menstimulasi penguatan sel dalam sistem kekebalan tubuh untuk memberantas sel kanker.

Beberapa tahun kemudian, khasiat tanaman Keladi Tikus menjadi perbincangan hangat di kalangan ahli pengobatan alami maupun kimia. Apalagi  mulai ditemukannya pasien yang sembuh dari penyakit kanker karena mengkonsumsi tanaman ini. Seperti yang diceritakan oleh Drs. Pattopai, pensiunan Departemen Pertanian yang juga menjadi orang pertama yang menemukan tanaman ini di Indonesia.

Baca juga: Manfaat Keladi Tikus Untuk Obat Kanker Herbal

Pria ini memiliki istri yang menderita kanker payudara stadium III dan menjalani kemoterapi. Rasa tersiksa usai menjalani kemoterapi kerap dialaminya, kemudian Pattopai mencari obat alternatif sampai ke Malaysia. Di Malaysia tanpa sengaja ia menemukan sebuah buku yang membahas tentang khasiat tanaman keladi tikus karya Prof. Chris Teo. Setelah kembali ke Indonesia ia segera mencari tanaman tersebut yang akhirnya ia dapat di Pekalongan, Jawa Tengah.

Setetelah itu ia meracik tanaman tersebut sesuai yang dianjurkan dalm buku tersebut dan anjuran langsung Prof. Chris Teo. Setelah mengkonsumsi ramuan tersebut perlahan istri Pattopai mulai mengalami penurunan efek samping kemoterapi. Rambutnya tidak lagi rontok dan nafsu makannya kembali. Setelah tiga bulan pengobatan, Pattopai memeriksakan istrinya ke dokter dan hasilnya negatif kanker.

Baca juga: Khasiat Keladi tikus untuk kanker


Namun beberapa kalangan mengingatkan penggunaan tanaman obat ini. Mereka memang tidak ragu akan Khasiat tanaman Keladi Tikus. Di Cina tanaman ini di teliti oleh Zhong Z, Zhou G, Chen X, dan Huang P dari Guangxi Institute of Traditional Medical and Pharmaceutical Sciences, Nanning. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efek farmakologisnya. Diketahui bahwa ekstrak air dan alkohol dari Typhonium flagelliforme mempunyai efek mencegah batuk, menghilangkan dahak, analgesik, bersifat sedatife dan antiinflamasi, dan bersifat sedatif. Pada konsentrasi 720 g/kg ekstrak air, 900 g/kg ekstrak alkohol dan 3240 g/kg ekstrak ester tanaman ini dapat meracuni tubuh.

Lain lagi menurut Angela Riwu Kaho PhD, Ahli Kimia Natural peniliti zat anti tumor dari Ohio State University, ekstrak Typhonium flagelliforme memang mengandung zat anti kanker namun konsentrasinya lemah. Hasil penelitiannya ini pernah di publikasikan di jurnal kesehatan Phytotheraphy Research pada Mei 2001.

 

 

Sumber: Khasiat tanaman Keladi Tikus

Keladi Tikus Menghambat Sel Kanker, Tahukah Anda tanaman Keladi tikus yang tumbuh di sepanjang pulau Jawa, sebagian Kalimantan, Sumatera dan Papua? Mungkin tanaman ini masih terdengar asing di telinga. Keladi tikus merupakan tanaman sejenis talas dengan tinggi 25-30 cm, menyukai tempat lembab yang tak terkena sinar matahari langsung.

Keladi Tikus Menghambat Sel Kanker


Nama keladi tikus diberikan karena mahkota bunganya berbentuk panjang kecil berwarna putih mirip dengan ekor tikus. Di China sering disebut sebagai Shui Banxai. Di Malaysia sering disebut dengan Rodent Tuber. Kalau di Indonesia biasa dikenal dengan Bira Kecil, Daun Panta Susu, Kalamaong, Ileung, Ki Babi dan Trenggiling mentik.

Daun umbi keladi tikus ribosome inacting protein, memiliki sifat antikanker yang berfungsi menghambat pertumbuhan sel kanker, menghancurkan sel kanker tanpa merusak sel-sel sehat disekitarnya serta meredam munculnya sel kanker baru.

Bagi petani di Asia Timur, tanaman keladi tikus ini sudah tidak asing lagi. Ketika para penduduk desa menderita bisul atau masalah kulit lainnya akibat racun, maka ampas tanaman yang ditumbuk langsung diaplikasikan ke bagian tubuh yang luka.

Tanaman ini memiliki nama ilmiah Typhonium falgelliforme, mempunyai efek herbal yang cukup baik, diantaranya adalah hepatoprotektor, antibakteri dan immunomodulator. Bagian yang sering digunakan untuk herbal adalah seluruh bagian tanaman, baik itu daun, batang maupun akar.

Kandungan beberapa jenis asam lemak seperti asam laurat dan asam kaprat menyebabkan keladi tikus juga digunakan sebagai antibakteri. Beberapa bakteri yang merugikan bagi tubuh berhasil dihalau. Sari keladi tikus juga berkhasiat untuk membersihkan racun dalam tubuh serta membantu menetralisir racun narkoba.

 
Diberdayakan oleh Blogger.